Kamis, Juli 10

Tantangan Kredibilitas PR di dunia maya

Profesi PR (Public Relation) memang tidak dapat menghasilkan suatu produk yang dapat diukur, anggapan demikian akan dapat diluruskan bila suatu saat perusahaan atau institusi mengalami krisis manajemen, maka fungsi dan kerja PR barulah dapat diukur. Dalam menghadapi era globalisasi dimana situasi dan kondisi yang penuh tantangan, PR akan menghadapi tugas yang cukup berat. Kemampuan mereka dalam berkomunikasi sangat menentukan opini publik terhadap perusahaan atau institusi yang diwakilinya.

Pemahaman akan pentingnya penggunaan teknologi, informasi dan komunikasi yang baru adalah tolok ukur sebuah organisasi untuk bersaing di era globalisasi dalam budaya masyarakat informasi masa kini. Praktisi Public Relations harus menyadari bahwa penggunaan media sebagai alat untuk membangun citra dan mempertahankan reputasi organisasi harus seimbang dan sejalan dengan perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi tersebut.

Dunia yang ditenggarai oleh
Internet, di mana setiap aktivitas secara langsung atau tidak langsung ditenggarai oleh Internet, karena itu setiap bentuk aktivitas PR semakin membutuhkan satu atau lebih unsur ICT. Praktisi PR harus seorang yang handal dalam berselancar di dunia maya dan tahu ke mana saja mereka harus berselancar untuk membangun brand. Seorang praktisi PR mampu mengembangkan content untuk format distribusi apa saja (media cetak, radio, TV, situs web, e-mail, iTV, PDA, WAP, Usenet dan sejenisnya) agar dapat dengan tepat menjangkau berbagai macam audiens. Dan tahu kapan ia harus mempromosikan dan bilamana ia harus memberi tanggapan dan bereaksi.

Reputasi organisasi di dunia maya sudah sejak dini menjadi perhatian PR masa kini. Hal ini dikarenakan adanya gaya hidup masyarakat dunia masa kini (masyarakat informasi) yang memberikan perhatian pada pemakaian media Internet. Pemakai produk ataupun jasa yang kecewa dengan pelayanan manajemen, tidak sungkan-sungkan lagi untuk mengutarakan kepada media. Celakanya, media yang dimaksud disini bukan sekedar media konvensional yang memiliki gatekeeper sebagai penyaring informasi, melainkan media Internet yang memiliki ciri khas bahwa individu adalah
gatekeepernya. Pemakai produk dan jasa dapat dengan senang hati menyampaikan rasa terima kasihnya maupun kekecewaannya melalui blog pribadi. Tidak selesai di sana, mereka cenderung memiliki komunitas di dunia maya dan dengan senang hati membicarakan hal tersebut. Bayangkan bila pesan yang disampaikan adalah kekecewaannya terhadap pelayanan buruk organisasi Anda. Pesan tersebut tidak hanya dibaca oleh masyarakat domestik, namun oleh masyarakat dunia.

Akan tetapi bagaimana caranya agar rasa kekecewaan customer tidak terdengar luas oleh masyarakat lainnya sehingga menimbulkan reputasi buruk terhadap perusahaan. Sudah semestinya setiap perusahaan berkembang memiliki situs yang didalamnya terdapat layanan customer care, di mana customer bisa menyampaikan rasa kepuasan maupun kekesalan mereka melalui pesan yang disampaikan pada layanan tersebut dan secepatnya mungkin PR Team meresponi hal tersebut. Banyak customer yang tidak tanggung-tanggung untuk menceritakan keburukan dari suatu perusahaan kepada masyarakat lainnya melalui media karena si customer tersebut merasa tidak dihiraukan sehingga akhirnya mereka memilih hal tersebut. Selain itu seorang PR juga dapat membuat blog, yang mana isi pesannya ada hal yang positif dan ada yang negatif yang kita anggap sebagai masukan.
Hal ini juga yang akan dilihat oleh masyarakat, bagaimana kredibilitas seorang PR dalam menyelesaikan masalah.Yang perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi reputasi buruk sebagai seorang PR adalah harus menjadi orang pertama yang mengetahui berbagai macam isu yang beredar tentang perusahaan tempat bekerja, mulai dari isu yang positif sampai yang negatif. Selain itu harus menjadi orang pertama selaku PR yang mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga masyarakat dapat melihat kesigapan PR. Cara lain yang bisa dilakukan adalah membuat blog dan milis untuk memantau dan berinteraksi secara online dengan khalayak sehingga masyarakat akan melihat kredibilitas PR dari suatu perusahaan. Hal ini dilihat dari bagaimana PR dapat menyelesaikan masalah ataupun berinteraksi dengan masyarakat.